KUPAS TUNTAS MAAG
Maag atau nyeri pada ulu hati sering dijumpai di masyarakat.
Banyak orang sering mengelu nyeri perut dan berkata “maag saya kambuh..”. Apa
sih sebenarnya maag ?
Maag dalam bahasa kedokteran adala Dispepsia. Dispepsia atau
maag adalah sebuah keluhan nyeri atau rasa tidak enak di perut bagian atas
(dekat dada/daerah ulu hati). Perut
serasa sebah, penuh dengan gas, pada beberapa orang bisa diiringi rasa nyeri
yang hebat atau akut.
Dispepsia atau maag sebenarnya adala kumpulan gejala yang
muncul akibat suatu penyakit tertentu. Jadi bukan penyakit itu sendiri.
Dispepsia adala sindrom. Pada beberapa orang memiliki variasi, akan tetapi yang
kas adala Gejala yang dirasakan dari sindrom dispepsia biasanya
berupa sakit perut atau kembung, nyeri ulu hati,
mual, muntah, dan banyak bersendawa. Perlu kita ketahui apa penyebabnya dan bagaimana cara
mengatasi saat mengalami nyeri, pengobatan dan pencegahannya.
PENYEBAB
Gaya hidup :
- Pola
makan yang kurang baik, misalnya makan tidak teratur atau banyak
mengonsumsi makanan yang berlemak dan pedas
- Terlalu
banyak makan dan tidak dikunyah secara maksimal, sehingga lambung dan
pencernaan bekerja lebih keras
- Sensitif
terhadap makanan tertentu
- Terlalu
sering konsumsi minuman berkafein
- Kebiasaan
konsumsi minuman beralkohol
- Kebiasaan
merokok
- Berat
badan berlebihan atau obesitas
Selain karena pengaruh gaya hidup,
sindrom dispepsia juga bisa disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis
tertentu, di antaranya:
- Penyakit
asam lambung (GERD)
- Gangguan
pankreas, termasuk pankreatitis
akut dan pankreatitis
kronis
- Gangguan
di saluran empedu, seperti kolesistitis
(batu empedu)
- Gangguan
lambung, misalnya radang lambung atau gastritis, infeksi bakteri pylori pada
lambung, tukak lambung, dan kanker lambung
- Efek
samping obat-obatan, seperti antibiotik, kortikosteroid,
dan obat golongan NSAID, misalnya aspirin atau ibuprofen
Kondisi dispepsia ini sering mengganggu
dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan ada yang harus masuk UGD untuk penanganan
kondisi akut. Oleh karena itu kita perlu mengetahui bagaimana mengatasi hal ini
baik saat akut (nyeri muncul disertai gejala lain) dan bagaimana mengatasi atau
mencegah supaya tidak sering terjadi
CARA
MENGATASI KONDISI AKUT
1.
Mengkonsumsi obat antispasmodik dan antasida
Pada saat Dispepsia melanda yang bisa
dilakukan adalah mengkonsumsi obat antispasmodik. Salah satu sediaan yang cukup
efektif adalah Hyoscine
butylbromide yaitu jenis obat antispasmodik yang digunakan untuk meredakan
kram pada perut, akibat otot kandung kemih atau usus yang tegang. Hysocine
butylbromide bekerja dengan cara melemaskan otot-otot pada saluran cerna dan
saluran kemih. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan suntik, yang umumnya
diberikan melalui resep dokter atau bahkan tanpa resep dokter.
Selain ini meminum obat antasida
cukup membantu untuk membantu menetralkan kondisi lambung yang terlalu asam
2.
Kompres dengan air hangat
Melakukan kompres dengan air hangat
akan memberikan efek lokal, aitu merelaksa otot2 di daera perut, sehingga rasa
kram atau nyeri bisa berkurang. Pasien bisa merasa relaks dan bisa istirahat.
3.
Jangan mengkonsumsi teh hangat
Teh mengandung kafein sama degan kopi
yang akan memperparah kondisi dispepsia.
4.
Puasa selama 2 – 3 jam
Pencernaan perlu diistirahatkan saat
terjadi nyeri pada ulu hati. Tujuannya adalah mengurangi kegiatan lambung dan
usus. Apalagi makanan yang merangsang asamlambung atau yang mengandung serat
tinggi. Setelah rasa sakit berkurang, konsumsi makanan yang ringan dan halus
seperti bubur nasi putih dan protein hewani yang mudah dicerna. Lanjutkan ini
selama beberapa hari jika kondisi perut pasih belum pulih.
5.
Tidur terlentang
Tidur terlentang bisa membantu agar
otot-otot daerah perut menjadi relaks. Dan menenangkan pikiran serta otot-otot
organ lainnya. Ini akan membantu menurunkan rasa nyeri.
CARA
PENCEGAHAN
1.
Jangan mengkonsumsi makanan/minuman yang meningkatkan asam
lambung.
Selama penyebab belum diketahui,
hindarilah makanan yang dapat merangsang asam lambung seperti makanan yang mengandung
lemak tinggi (minyak), santan, buah atau serat yang menghasilkan banyak gas
seperti brokoli, kol, makanan manis. Minuman yang paling memicu asam lambung
adalah kopi dan teh yang mengandung kafein, sebaiknya dihindari.
2.
Konsumsi obat proton pump inhibitor (PPI) dan atau
sucralfate
Pemberian obat PPI akan mengendalikan
pelepasan asam lambung secara berlebihan sehingga menjadi lambung dalam kondisi
yang netral. Sementara sucralfate akan membantu melapisi lambung sehingga
kondisi lambung menjadi lebih baik. Datanglah ke dokter atau apoteker Anda
untuk pemakaian secara benar.
3.
Makan secara teratur dengan porsi kecil
Makan secara teratur dalam porsi
kecil akan membuat organ pencernaan tidak bekerja terlalu keras. Sehingga spasme
pada organ pencernaan bisa dihindari.
4.
Istirahat yang cukup
Istirahat yang cukup membuat pikiran
tenang. Karena produksi asam lambung dikendalikan oleh otak, sehingga pikiran
yang tenang akan mengurangi produksi asam lambung. Dan organ pencernaanpun
lebih relaks
5.
Kurangi konsumsi lemak
Apabila penyebab dispepsia adalah
batu empedu otomatis konsumsi lemak berlebih akan menyebabkan dispepsia mucul
secara berulang apabila mengkonsumsi lemak. Selama belum ditentukan diagnosis yang
benar hindari lemak lebih dahulu.
APA YANG
HARUS DILAKUKAN SELANJUTNYA??
- Temukan penyebab
dispepsia dengan datang ke dokter atau klinik
- Mungkin anda
membutuhkan USG abdomen atau endoskopi untuk memastikan penyebab
- Apabila penyebab sudah
diketahui segera lakukan pengobatan agar dispepsia tidak berlanjut
- Dan lakukan anjuran
para medis untuk kondisi lebih baik
- Sediakan beberapa obat
untuk kondisi akut
Nah, semoga informasi tentang maag
ini bisa bermanfaat. Stay healthy with Sondya Health.
Makasih infonya tentang mag...jadi harus hati-hati dalam mengkonsumsi makanan
BalasHapusiya. tapi dipastikan apakah gejala dispepsia karena gerd atau penyakit lain
Hapus