Kisah Kantung Empedu dan Batu Empedu

 


Kantung empedu adalah organ percernaan berbentuk seperti pear atau alpukat yang terletak dibawah lobus kanan hati/liver.  Cairan empedu diproduksi liver untuk menguraikan makanan berlemak. Sebelum digunakan cairan empedu disimpan di dalam sebuah kantung yang berdekatan dengan liver yaitu kantung empedu.


Posisi kantung empedu (sumber webmd.com)

Letak kantung empedu
Sumber gambar : webmd.com


Hati memproduksi empedu, yang digunakan dalam penghancuran lemak di usus kita. Empedu ini dialirkan dari hati ke kantung empedu, tempat empedu disimpan dan dikonsentrasikan sebelum dilepaskan ke usus kecil, semuanya melalui saluran empedu. Sewaktu makan, kantung empedu akan berkontraksi dan melepaskan empedu yang terkonsentrasi melalui saluran empedu ke kepala usus kecil, tempat empedu dapat menghancurkan lemak dalam makanan yang dicerna sebagian, dan membuang bilirubin, produk limbah sel darah yang pecah.

Cairan empedu dari liver antara500 – 1000 ml perharinya dan dipekatkan di kantung empedu menjadi 30-50 ml. Untuk mencerna lemak cairan empedu akan dilepaskan melalui salurannya menuju usus. Konsumsi kolesterol yang berlebih akan membuat cairan empedu menjadi lebih pekat dan kental sehingga akan membentuk batu empedu.

Penyebab pasti dari batu empedu sampai saat ini masih terus dilakukan penelitian. Akan tetapi beberapa sumber menyebutkan disebabkan karena konsumsi makanan berkolesterol dan kondisi penyakit tertentu. Berikut penyebab terjadinya batu empedu.

1.         Makanan yang mengandung kolesterol

Makanan yang mengandung kolesterol akan membuat cairan empedu menjadi lebih kental dan akibatnya alirannya menuju usus menjadi tidak lancar. Akibatnya cairan ini tidak bisa keluar secara sempurna dan menggumpal menjadi batu. Batu yang terbentuk biasanya berwarna kecokelatan dan ukurannya cukup besar.  

2.         Anatomi kantung empedu yang bersekat (ada 2 lobus)

Pada beberapa orang mempunyai anatomi kantung empedu yang bersekat atau terdapat 2 lobus, yang seharusnya hanya 1 lobus saja. Hal ini mengakibatkan cairan empedu terjebak dan tidak lancar dialirkan sehingga mengental dan mengeras. Batu yang terbentuk bisa besar atau kecil berwarna hitam kecokelatan.

3.         Penyakit tertentu yang menyebabkan bilirubin meningkat

        Pada penyakit hemolitik, sel darah merah dipecah lebih banyak menjadi bilirubin. Sementara bahan pembentuk cairan empedu salah satunya adalah bilirubin. Hal ini menyebabkan cairan empedu yang berlebih dan terkonsentrat didalam kantung sehingga terbentuk batu. Biasanya warnanya hitam mengkilat.



Gejala Batu Empedu

Adanya batu empedu seringkali tidak bergejala. Akan tetapi bila timbul gejala seperti orang yang mengalami dispepsia. Seperti nyeri perut dari ulu hati ke perut sebelah kanan dan menjalar sampai ke tulang belakang. Apabila batu menyumbat saluran, maka terjadi kuning di mata, kulit dan air seni berwarna seperti teh yang disebut Cholestasis jaundice. Bila terjadi infeksi maka akan timbul demam dan kolik.

Bagaimana cara mendeteksi Batu Empedu

Apabila ada seseorang yang sering mengeluh mengalami ”mag” perlu melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui jelas penyebab “mag” tersebut. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan USG abdomen khususnya perut bagian kanan atas.  Apabila gejala mengganggu sebaiknya lakukan pemeriksaan MRI atau endosopi untuk memastikan penyebab, apabila dengan USG biasa belum mampu mendeteksi.

Haruskan dilakukan Operasi Pengangkatan Kantung Empedu?

Pada sebagain besar orang tanpa gejala, operasi pengangkatan kantung empedu tidak dilakukan. Akan tetapi apabila batu di kantung empedu sudah menimbulkan gangguan,akan lebih baik dilakukan operasi sebelum terjadi Cholestasis jaundice atau infeksi. Hal ini disebabkan pengobatan tidak menyembuhkan batu empedu, kerna nantinya akan tumbuh lagi dan mengalami gangguan berulang.

Operasi batu empedu dilakukan dengan mengangkat kantung empedu yang berisi batu tersebut. Setelah operasi tidak perlu kuatir karena selama operasi dilakukan oleh dokter bedah yang berpengalaman maka tidak akan ada gejala atau efek samping yang berarti setelah operasi. Gejala yang mungkin timbul setelah kantung empedu diangkat adalah diare ketika mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung kolesterol karena tidak ada kantung yang menyimpan produksi cairan empedu.

Demikian sekilas tentang kantung empedu dan batu empedu.  Silahkan tinggalkan comment untuk topik lain atau pertanyaan tentang kantung empedu ya. Terima kasih sudah mendukung blog ini ya.



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA MEMBUAT KOPI UNTUK MENDAPATKAN MANFAAT DAN EFEK MAKSIMAL (PART 2)

MANFAAT KOPI DAN KEBENARAN DIBALIK KOPI (part 1)